BerandaViralBeredar Foto Penggerebekan Selebgram TE, Ada 6 Kondom Bekas

Berita Baru

Artist

Happy Asmara

Penyanyi Dangdut

Heppy Rismanda Hendranata, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Happy Asmara adalah seorang penyanyi-penulis lagu dan aktris berkebangsaan Indonesia. Lagu bertajuk "Tak Ikhlasno" menjadi salah satu lagu karyanya yang paling populer. Namanya semakin dikenal setelah ia merilis singel bertajuk "Dalan Liyane".

Beredar Foto Penggerebekan Selebgram TE, Ada 6 Kondom Bekas

DangdutPro.com, Jakarta – Selebgram berinisial TE ditangkap atas kasus prostitusi yang terjadi di hotel kawasan Semarang, Jawa Tengah pada 15 Desember 2021. Ia diamankan oleh para aparat Unit 2 Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Penangkapan selebgram TE membuat heboh jagat maya. Netizen dibikin penasaran, siapa sosok TE ini.

BACA JUGA: Selebgram TE Ditangkap Polisi Karena Kasus Prostitusi

Rasa penasaran warganet pun sedikit terbuka dengan kemunculan beberapa foto dari hasil penggerebekan yang dilakukan Polda Jateng ini.

Dari foto yang beredar, nampak ada nasi goreng dan kondom bekas pakai berceceran di lantai. Selain itu juga terlihat sosok Selebgram TE di kamar hotel itu. Perempuan itu sudah memakai lingerie warna hitam.

BACA JUGA: Lagi, Selebgram Ditangkap Polisi Karena Kasus Prostitusi

Selebgram TE berambut panjang dengan warna ash brown, kulitnya bersih dan ada tahi lalat di punggungnya. Seprei ranjang pun tampak berantakan.

(Foto: istimewa)

Melansir dari tribunnews, proses penggerebekan itu melibatkan kurang dari 10 orang petugas kepolisian. Semua polisi berpakaian sipil, termasuk polwan. Mereka terlihat menunggu di pintu kamar Selebgram TE.

Satu di antaranya menelepon dan memberikan akses kunci pintu ke polisi. Beberapa saat kemudian pintu dibuka. Para polisi masuk dan memeriksa sudut ruangan kamar hotel.

BACA JUGA: Ketika Apartemen Berubah Fungsi Jadi Sarang Prostitusi

Orang yang membawa kamera pun segera merekam sejumlah barang yang ada di dalam kamar, sebagai barang bukti.

Perekaman gambar dilakukan di ranjang, meja makan, dan beberapa ruangan lain. Tampak tv kamar Selebgram TE masih menyala. Lampu ruangan kamar semula redup menjadi terang ketika polisi masuk kamar.

Tarif Puluhan Juta

Terungkap tarif selebgram TE mencapai puluhan juta rupiah. Pelanggannya pun dari kalangan elit.

Tarif selebgram TE dibocorkan oleh si muncikari berinisial JB. Hubungan JB dan selebgram TE adalah rekan kerja.

“Modus yang dilakukan mucikari tersebut memperkejakan orang dengan menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) dengan tarif cukup fantastis yakni Rp 25 juta,” kata Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo saat konferensi pers, Senin 20 Desember 2021.

BACA JUGA: Duh! Prostitusi Anak Kembali Terjadi, 2 Mucikari Ditangkap

Menurut Djuhandani, dari tarif tersebut pelaku mendapat bagian Rp 13 juta dan sisanya untuk korban.

Ada dua korban yang dipekerjakan pelaku artis selebgram berinisial TE dan WBD warga negara Brazil.

“Penangkapan berawal Subdit IV mendapat informasi di Bandara adanya prostitusi warga negara asing dan artis selebgram. Kemudian dilakukan penyelidikan dan setelah ditelusuri didapati berada di kamar hotel di kota Semarang,” tuturnya.

Penggerebekan dilakukan di dua kamar yang berbeda.

BACA JUGA: Polres Nagan Raya Amankan Perempuan Terduga Mucikari Prostitusi Online

Pada satu di antara kamar tersebut didapati artis selebgram sedang berhubungan badan dengan seorang laki-laki.

“Begitu juga warga Brazil juga sedang berhubungan badan,” tuturnya.

Kemudian, pihaknya melakukan pencarian terhadap mucikari tersebut dan didapati berada di sekitar hotel.

Hasil pemeriksaan saat itu juga didapati sang mucikari telah menerima transfer tanda jadi pemesanan PSK sebesar Rp 20 juta pada tanggal 10 Desember 2021.

“Bukti transfer itu kami jadikan barang bukti.

Transfer tersebut telah digunakan untuk akomodasi para PSK yang didatangkan dari Jakarta,” jelasnya.

Ia mengatakan, barang bukti yang diamankan lainnya berupa alat kontrasepsi masih tersegel dan yang telah digunakan, ponsel, dan uang tunai sebesar Rp 13 juta.

Para pelaku dikenakan pasal 2 UU Nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan pasal 296 KHUP

“Tersangka terancam pidana 3 tahun maksimal 5 tahun dan denda sebesar Rp 120 juta atau Rp 600 juta,” tuturnya.(mic)

Populer

Populer Minggu Ini