Dangdut, Genre Musik Kekayaan Yang Senantiasa Baharu

Oleh : M. Dwi Cahyono, Sejarawan Universitas Negeri Malang

3
107

A. Latar Sebutan ” Dangdut”

Ada berbagai cara untuk menamai sesuatu. Adapun salah satu caranya adalah dengan mendasarkan pada bunyi yang berasal dari sesuatu itu. Cara yang demikian dinamai “onomatophae (diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi ‘onomatope’)”. Ada sebutan buat suatu genre musik di Indonesia semenjak tahun 1970-an , dan kian populer pada tahun- tahun sesudahnya, yaitu “musik dangdut”. Sebutan “dangdut” adalah contoh signifikan onomatope dalam menamai sesuatu, yang dalam hal ini adalah “genre musik”. Memang, musik yang berbasis pada ” suara” cenderung menggunakan onomatope untuk penamaan. Tak sedikit waditra (alat musik) yang diberi nama menurut bunyi musika yang dihasilkan. Misal, nama waditra “kendang” dari bunyi “dang”, waditra “kenong” dari bunyi “nong”, waditra “bonang” dari bunyi “nang”, wadira “gong” dari bunyi “gong”, dsb.

Salah satu di antara sejumlah waditra dalam ansambel musik dangdut adalah “kendang”, yang di India dinamai “tabla” — berasal dari bahasa Arab “tabl (berarti : drum)”, yaitu suatu waditra jenis perkusi keluarga membraphone, yang dipakai dalam musik klasik Hindustani serta dalam musik populer dan peribadatan di sub-kontinen India. Waditra ini terdiri dari sepasang drum tangan dengan ukuran dan warna nada yang berbeda. Tabla juga dipakai di Indonesia untuk genre musik dangdut. Tabla atau kendang merupakan salah satu di antara berbagai waditra di dalam ansambel musik dangdut yang utama. Boleh dibilang bahwa dangdut bercirikan permainan atau dentuman tabla, tanpanya musik dangdut bagai “sayur tanpa garam”.

Sebagai genre musik yang awal terbentuknya memiliki anasir irama Hindustani dan “Padang Pasir”, tabla yang merupakan wanita asal India dan Arab itu menjadi waditra yang utama, yang memberi warna khas ke dalam musik dangdut. Berkenaan dengan penamaan “dangdut”, Putu Wijaya di dalam majalah “Tempo (edisi 27 Mei 1972)” menyatakan bahwasanya bunyi musika “dang-ding-dut” merupakan latar onomatope atas penyebutan “dangdut” — unsur bunyi “ding” dilesapkan untuk lebih singkatnya penyebutan. Ada pendapat menyatakan bahwa genre musik dangdut lahir tahun 1968, dengan tokoh utama Rhoma Irama. Sebutan ini menunjuk kepada bentuk lagu Melayu yang terpengaruh oleh lagu India, yang nantinya kian dipopulerkan oleh Rhoma Irama. Dalam lagu “Terajana”, yang dirilisnya bersama “Orkes Melayu Soneta”, perkataan ” dangdut” didapati pada lirik lagu.

  Pernah aku melihat 
   musik di Taman Ria
   Iramanya Melayu 
   duhai sedap sekali (2X)

   Sulingnya suling bambu
   Gendangnya kulit lembu
   Dangdut suara gendang
   rasa ingin berdendang (2X)

   Terajana? Terajana
   Ini lagunya? lagu India (2X)

   Hai merdunya? hai merdunya
   Merdu suara? oh penyanyinya
   Serasi dengan? lincah gayanya

   Karena asyiknya aku
   hingga tak kusadari
   Pinggul bergoyang-goyang 
   rasa ingin berdendang (2X)

Pada lirik lagu ini, Raden Haji (disingkat ” R. H”) Irama menyatakan bahwa irama musik yang dibawakan adalah “irama Melayu”, bukanlah “irama dangdut”. Sebutan “dangdut” pada lirik lagu itu dipakai buat menyebut suara gendang, yang membuat para pendengarnya jadi ingin berdendang pinggul pun bergoyang- goyang serasa ingin berdendang. Lagu yang diberi judul “Terajana” ini dinyatakan memiliki warna musikal India. Meski mendapat predikat sang “Raja Dangdut”, namun Rhoma Irama, yakni putra pasangan Raden Irama Burdah Anggawirya dan Tuti Juariah yang lahir di Tasik Malaya pada 11 Desember 1946, sebenarnya lebih suka untuk menyebut musiknya berirama Melayu. Walaupun begitu, album perdananya bersama dengan Soneta Group dan penyanyi Elvy Sukaesih mengangkat tajuk “Dangdut”. Pada besutan musikal produksi PT. Remaco ini, Oma Irama merevolusikan “Orkes Melayu” menjadi apa yang dinamai dengan “Dangdut” pada tahun 1971. Bahkan, salah satu di antara sembilan lagu di dalam album perdana ini pun berjudul “Dangdut”, yang dinyanyikan oleh Oma sendiri.

B. Dari Orkes Melayu hingga Revolusi Dangdut
(BERSAMBUNG)

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here