BerandaNewsDangdut ++Kenapa Dangdut Harus Goyang?

Berita Baru

Artist

Happy Asmara

Penyanyi Dangdut

Heppy Rismanda Hendranata, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Happy Asmara adalah seorang penyanyi-penulis lagu dan aktris berkebangsaan Indonesia. Lagu bertajuk "Tak Ikhlasno" menjadi salah satu lagu karyanya yang paling populer. Namanya semakin dikenal setelah ia merilis singel bertajuk "Dalan Liyane".

Kenapa Dangdut Harus Goyang?

DangdutPro.com, Jakarta – Berbicara mengenai dangdut, khususnya bagi pencinta musik dangdut, tentu musik tersebut menjadi penyemangat tersendiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Tak ayal, jika mendengarkan musik dangdut, terkadang bisa membuat badan pendengarnya ikut bergoyang. Mengapa musik dangdut selalu identik dengan goyangan?

Alunan musiknya

Pengamat musik, Bens Leo, mengungkapkan musik dangdut memang mengandung unsur goyangan yang diciptakan dari alunan musiknya.

Selain itu, goyangan dari penyanyi yang membawakan musik dangdut juga membuat para penikmatnya ikut bergoyang mengikuti irama lagu.

“Beat yang lahir dari kendang, lirik dan melodinya yang enggak njelimet akhirnya bikin orang pengen ikut goyang,” kata Bens saat dilansir dari Kompas.com.

Ketika disinggung soal sejarah kelahiran musik dangdut hingga bisa diterima oleh masyarakat luas, Bens menjelaskan dangdut awalnya dari musik Melayu. Kemudian, musik tersebut dimodifikasi dengan genre lain.

Baca Juga: Wow, Siva Aprilia Ngaku Pernah Diajak Bikin Video saat Wik Wik

“Dangdut awalnya dari musik Melayu, dimodifikasi terbuka masuknya jenis musik lain seperti rock, elektronik, latin dan lain-lain,” jelas Bens.

Hal itu, lanjut Bens, menjadikan musik dangdut sebagai genre musik yang indah, enak dinikmati dan membumi.

Dikenal kalangan luas

Bens menambahkan, ketika mulai muncul dangdut koplo dengan orkes-orkes di Jawa Timur, membuat dangdut semakin dikenal kalangan dari segala usia.

Adanya kompetisi dangdut di beberapa stasiun televisi swasta juga membuat dangdut lebih dikenal hingga seluruh pelosok Indonesia.

“Dangdut lebih membumi lagi setelah televisi swasta rajin membuat kompetisi penyanyi dangdut,” kata Bens.

Sementara itu, Ketua Jurusan Prodi Pendidikan Seni Musik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Ayu Niza Machfauzia mengatakan musik dangdut mulai muncul pada era 1940-an.

Menurut Ayu, kemunculan musik dangdut kemudian berkembang menjadi musik dakwah merupakan sebuah antitesis dari musik rock yang ketika itu dianggap liar dan brutal. “Nah dari situ, kemudian berkembang menjadi musik dakwah. Musik dakwah itu ada karena sebuah antitesis terhadap musik rock yang dibilang liar dan brutal,” kata Ayu, dikutip dari kompas.com. (sre/kal)

Populer

Populer Minggu Ini