BerandaNewsKopi DangdutKonflik Rock vs Dangdut Pernah Terjadi di Indonesia, Begini Ceritanya

Berita Baru

Artist

Happy Asmara

Penyanyi Dangdut

Heppy Rismanda Hendranata, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Happy Asmara adalah seorang penyanyi-penulis lagu dan aktris berkebangsaan Indonesia. Lagu bertajuk "Tak Ikhlasno" menjadi salah satu lagu karyanya yang paling populer. Namanya semakin dikenal setelah ia merilis singel bertajuk "Dalan Liyane".

Konflik Rock vs Dangdut Pernah Terjadi di Indonesia, Begini Ceritanya

DangdutPro.com, Jakarta – Fanatisme adalah salah satu penyebab utama perpecahan. Salah satu contohnya adalah konflik rock vs dangdut yang pernah terjadi di Indonesia.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Pada 1970-an, publik penikmat musik terpecah. Kotak genre musik begitu jelas, antara rock dan dangdut. Para penggemar fanatik kedua musik itu saling mengejek dan bermusuhan. Bukan cuma itu, perang urat saraf kedua pelaku musiknya juga tidak terhindarkan.

Yang tidak terlupakan dari ingatan adalah saat Rhoma Irama dan Benny Soebardja saling berkonflik.

Di channel YouTube miliknya, Rhoma Irama membeberkan semuanya dari isu itu. Kebetulan, Sang Raja Dangdut kedatangan tamu rocker ternama, Ikang Fawzi.

Menurut Rhoma Irama, perselisihan itu berawal dari sebuah tulisan yang dimuat oleh salah satu majalah. Ketika itu narasumbernya adalah Benny Soebardja, gitaris band rock Giant Step.

Baca Juga: Billy Syahputra Ajak Maria Vania ke Kamar Ganti, Mau Apa Hayo ?

“Waktu itu, Benny Soebardja di majalah mengatakan, ‘Dangdut musik ti an*ng’. Saya sebagai komandan musik dangdut, waktu itu bilang, hei, ‘Rock itu terompet setan’. Waktu itu saya siap pasang badan,” ujar Rhoma Irama.

Ia melanjutkan masalah itu sebenarnya cuma gimik dari majalan tersebut. Ujungnya menurut Rhoma Irama tidak lain adalah untuk penjualan majalah yang lebih besar alias strategi dagang.

Hal itu diketahui olehnya. Ia juga menyayangkan hal tersebut sehingga lahir konflik yang besar.

Baca Juga: Lirik Lagu Sosmed – ezzurA by Nasida Ria

“Sebenarnya, waktu itu kita sudah tahu, kalau ini sebuah strategi dagang dari majalah, menghadirkan berita heboh, agar laku dipasaran,” ungkap Rhoma Irama.

“Pernah di Tegalega, markasnya Giant Step, saat saya mau tampil itu hujan batu. Sampai batunya kaya mau bikin jalan. Polisi tidak berani naik. Akhirnya saya naik, dan bilang, terus lempar sampai puas,” lanjutnya.

Rhoma Irama menjelaskan masalah itu akhirnya bisa terselesaikan. Ia mengungkapkan orang di balik perdamaian itu adalah Japto Soerjosoemarno.

“Kejadian itu yang membuat lahirnya film Menggapai Matahari. Dan scene saya dilempar kamu (Ikang Fawzi), itu benar pernah terjadi,” beber Rhoma Irama. (sre)

Advertisements

Populer

Populer Minggu Ini