DANGDUTPRO.COM – JAKARTA – Telembuk adalah sebuah novel dwilogi yang ditulis oleh Kedung Darma Romansha setelah novel sebelumnya yang berjudul Kelir Slindet hadir terlebih dahulu.

Cerita yang berlatar belakang kehidupan wilayah pantura itu sangat menarik perhatian. Buku tersebut sukses menggambarkan kelam kehidupan korban pemerkosaan, seorang anak perempuan berusia 14 tahun.

Melihat judulnya “Telembuk, Dangdut dan Kisah Cinta yang Keparat” tentunnya perhatian akan langsung tertuju kepada kata telembuk dan dangdut. Sebenarnya apa relasinya dan seperti apa makna yang terkandung di dalamnya?

Telembuk merupakan sebutan lain dari Pekerja Seks Komersial (PSK) yang acap kali menimbulkan stigma negatif di tengah masyarakat. Istilah telembuk cukup populer di kawasan pantura bagian barat, tepatnya di wilayah Indramayu dan sekitarnya.

Novel Telembuk menghadirkan unsur lokalitas yang mendalam dalam ceritanya. Pembaca dibawa untuk menyelami kehidupan masyarakat yang beragam. Mulai dari kebosanan hidup dalam kemiskinan sampai keinginan untuk mencapai strata sosial yang lebih tinggi.

Novel Telembuk menghadirkan fenomena kehidupan akar rumput serta konflik secara nyata dan gamblang, namun tidak vulgar.

Pada novel tersebut disajikan kisah seorang perempuan yang memulih takdirnya sendiri untuk menjadi seorang telembuk. Dia memilih hal tersebut bukan karena himpitan ekonomi, namun lebih ke tekanan lingkungan. Di lingkungannya banyak yang hanya menilai sesuatu dengan cara memfatwa seseorang tanpa mengenalnya dan juga ekspektasi tinggi terhadap sesuatu.

Kedung Darma berhasil menyampaikan detail penggambaran suasana, terutama tentang dunia pelacuran, dangdut kelilimg lengkap dengan sawerannya dan pergaulan para pemuda yang doyan mabuk lantas berkelahi.

- Advertisement -

Sungguh ironis bagaimana penulis menyajikan sebuah kisah panggungnya para telembuk dengan panggung para pengkhotbah dalam dua sisi yang berdampingan.

Dalam novel ini kita akan menemukan satu bab penuh kalimat erotis di mana dunia prostitusi digambarkan, lalu di bab berikutnya kita akan disuguhkan dengan ceramah agamis melalui tokoh Mukimin (Muhaimin) yang telah menjadi ustaz di kampungnya.

Mukimin ini dulunya pernah dekat dengan Safitri, lantaran tidak mendapat restu dari ayahnya, lulus SMP Mukimin mesantren ke Cirebon untuk belajar agama. Sejak mesantren di Cirebon, ia sering diundang ceramah di acara-acara pengajian di kampungnya.

Telembuk tidak hanya menyajikan erotisme, tetapi ia juga merupakan bentuk pergolakan batin seorang wanita melalui tokoh Safitri, yang hidupnya dihabiskan untuk urusan panggung dan ranjang.

Tentang seorang wanita yang ingin melawan nasib, tapi nasib lebih dulu menelannya mentah-mentah dengan cara menghanguskan mimpinya. Tentang hilangnya keperawanan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Hilangnya keperawanan bagi semua wanita adalah bentuk keterkutukan nasib.

Safitri yang dulu adalah seorang penyanyi kasidah di bawah pimpinan ustaz Musthafa (kakak kandung Mukimin), harus menukar mimpi panggung kasidahnya dengan panggung dangdut yang keparat. Safitri tidak tahu apakah nasib atau kutukan yang mengharuskannya menjadi seorang telembuk, lantaran ia diperkosa dalam keadaan hamil oleh beberapa pria di dalam kereta.

Novel ini juga dapat dijadikan sebagai wawasan nusantara melalui kosakata bahasa Jawa Indramayu yang banyak dimunculkan. Selain itu, terdapat sindiran sosial kepada masyarakat melalui tokoh Mukimin, yang berasal dari keluarga dengan ilmu agama yang baik, terlebih lagi ayahnya adalah seorang haji, ditambah pula statusnya yang saat ini adalah seorang ustaz yang suka ceramah di pengajian. 

Walaupun demikian, tokoh Mukimin tidak sesuci yang dibayangkan, ia masih doyan minum-minuman oplosan, berzina dengan pacarnya yang bernama Nini, dan yang paling sering adalah mengumpat dengan kata-kata kasar, seperti ‘Kirik!’ (anjing). 

“Akeh lara ati ing wong, namun saking duriat”

(Hati sering disakiti orang hanya karena asal usul dan derajat kita)

Sunan Gunung Jati. (sre)

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here