Didi Kempot Buat Sadboys-Sadgirls Ambyar di Lapangan Rampal Malam Ini

1
76

MALANG – Didi Kempot kembali membuat ambyar Lapangan Rampal, Selasa (24/9) malam. Lagu campursari yang dibawakan penyanyi asal Solo itu, membuat puluhan ribu sadboys dan sadgirls larut untuk terus bernyanyi bersama Didi Kempot sekitar satu jam.
Didi Kempot hadir sebagai guest star di Malam Inagurasi Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2019 Universitas Merdeka (Unmer) Malang.

Adik dari almarhum komedian Mamik Prakoso itu langsung membuat gemuruh, ketika menyapa semua yang hadir di Lapangan Rampal. “Selamat malam Malang. Mana ini suaranya mahasiswa baru?,” ujar Didi Kempot ketika menyapa audiens, terutama mahasiswa baru Unmer Malang tersebut.

Dia pun terkagum ketika lagi-lagi Malang terlihat ambyar menantikan kehadirannya. “Tiga minggu lalu saya kesini, suasananya juga ambyar seperti ini. Luar biasa Malang,” tambah dia.

Sewu Kutho menjadi tembang pertama yang dilantunkan oleh Didi Kempot. Tak perlu lama, semua langsung panas, tanpa ragu bernyanyi dan mengangkat tangan menirukan sang Godfather of Brokenheart tersebut. Sebagian besar anak muda.

Hal ini menunjukkan, campursari tak lagi identik dengan orang tua atau mahasiswa. Sekalipun ada pula orang tua yang hadir, tak terkecuali para dosen Unmer Malang.
Satu persatu lagu akjirnya dinyanyikan oleh penyanyi berusia 52 tahun tersebut. Meskipun lagunya banyak berisikan kata-kata patah hati, ternyata tidak membuat audiens bersedih. Mereka semakin semangat bernyanyi, saat Didi Kempot mengajak bernyanyi di lagu selanjutnya.
Setelah mengajak bernostalgia dengan Lagu Sewu Kutho, Banyu Langit dan Layang Kangen semakin menggemuruhkan Lapangan Rampal.

“Ora maido sopo wong sing ora kangen. Adoh bojo arep turu angel merem. Ora maido sopo wong sing ora trenyuh. Ora kepethuk sak wetoro pengen weruh. Percoyo aku, kuatno atimu. Cah ayu, entenono tekaku,” solo lagu Layang Kangen dari Didi Kempot langsung ditirukan oleh semua yang hadir di Lapangan Rampal.

Mereka mulai terlihat merasakan kesedihan dengan lagu tersebut. Tak sedikit yang bernyanyi sembari memejamkan mata, menikmati bait-demi bait dari Layang Kangen.

“Lho, penontone ambyar,” teriaknya.
Didi memberikan goyonan pula pada audiensya yang hadir. Ia menyindir pada fans Didi Kempot seringkali cidro alias terluka atau patah hati.

“Wes, iki mahasiswa kabeh atine akeh sing cidro. Tapi Iso maknai patah hati dengan indah yo? Tunjukno kalian luwih hebat soko sing ninggal,” seru Didi disambut tawa dari audiens.

Didi Kempot sempat mengambil nafas dan memberikan tiga penyanyi perempuan melantunkan dua tembang. Lantas, saat kembali, single bertajuk Kalung Emas dia bawakan. Setelah itu, dia menggoda mahasiswi. Dori, penabuh kendang yang berparas tampan dia ajak bernyanyi.

“Dor, Ayo nyanyi. Saiki giliranmu. Akeh sing kesengsem iku,” ujar dia mengajak berbicara Dori.
Dia menyebutkan bila Dori adalah personil yang telah ikut dengannya sejak masa SMA. Dia pun tak ragu memberikan kesempatan untuk bernyanyi. Nyaris sama dengan tiga peman lalu, tetapi kali ini lagunya berbeda.
Dori tampak malu-malu dan meminta Didi Kempot terus ikut bernyanyi.

Didi Kempot lantas menutup aksinya dengan lagu Bojo Anyar. Imbuhan Cendol Dawet dalam lagu tersebut membuat gemuruh Lapangan Rampal, sekalipun waktu menunjukkan pukul 21.30 WIB.

“Wes yo, wes bengi mahasiswa luar biasa. Wes, ojo lali, sesuk kuliah,” pungkas dia menutup penampilannya.
Setelah itu, audiens langsung bubar meninggalkan Lapangan Rampal, sekaligus menjadi tanda berakhirnya PKKMB Unmer Malang tahun 2019. (li)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here