BerandaNewsDangdut +Pencipta Lagu Dangdut asal Sukabumi Pertanyakan Hak: Royalti Karya Saya Harus Diperhatikan

Berita Baru

Artist

Happy Asmara

Penyanyi Dangdut

Heppy Rismanda Hendranata, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Happy Asmara adalah seorang penyanyi-penulis lagu dan aktris berkebangsaan Indonesia. Lagu bertajuk "Tak Ikhlasno" menjadi salah satu lagu karyanya yang paling populer. Namanya semakin dikenal setelah ia merilis singel bertajuk "Dalan Liyane".

Pencipta Lagu Dangdut asal Sukabumi Pertanyakan Hak: Royalti Karya Saya Harus Diperhatikan

DangdutPro.com, Sukabumi – Pencipta lagu dangdut kenamaan asal Sukabumi, Jawa Barat Syamsudin alias Syam Permana, belakangan ramai dibahas karena kisah hidupnya jauh dari kata mapan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Nasibnya tak seberuntung karyanya yang banyak dipakai pedangdut kenamaan sejak tahun 1980 sampai 2000. Kini, menurut Syam, tidak sedikit pula lagu miliknya dipakai ulang oleh para konten kreator di platform berbagi video YouTube.

“Saya heran, kok tiba-tiba lagu hasil karya saya banyak digunakan orang di YouTube. Tidak ada izin dan penulisan nama saya disebut sebagai penciptanya, akhirnya saya bicara dengan pencipta lagu sunda Genta Gemiri saya bicarakan semuanya ke dia,” kata Syam saat ditemui di kediamannya di Kampung Babakan Jawa, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, Senin (15/2/2020).

Baca Juga: Lirik Teruslah Bekerja, Lagu Dangdut Glenn Fredly

Syam Minta Haknya

Syam meminta haknya sebagai pencipta lagu dari para pembawa lagu di Youtube tersebut. Karena selama ini ia merasa tidak pernah memberikan lirik lagu ciptaannya itu ke orang lain selain para produser musik.

Pria kelahiran Jakarta 58 tahun lalu itu lantas menyebut lagu-lagu hasil ciptaannya yang kembali ngehits antara lain berjudul Benalu Cinta yang dulu dia sebut dinyanyikan oleh Imam S Arifin.

Baca Juga: Begini Penampilan 7 Penyanyi Dangdut Fenomenal Tanah Air Dulu dan Kini

“Dulu lagu itu tren di radio dan televisi, lewat Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI) ada royalti yang bisa saya ambil tiap tahunnya sampai saat ini sebagai pencipta lagu. Nah tiba-tiba lagu-lagu ciptaan saya itu sekarang ada dimana-mana, kemana dan bagaimana saya harus menuntut hak saya?” tanya Syam dilansir dari detikcom Selasa (16/2/2021).

Syam kemudian menunjukan sederet kwitansi pembayaran atas royaltinya yang diberikan oleh KCI, sederet rupiah tertulis diatas kwitansi berwarna kuning itu. Kwitansi itu merupakan bukti hak atas karya cipta lagu yang dibayarkan setiap tahunnya.

Nilai yang Syam peroleh berbeda setiap tahunnya, mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Namun Syam mengaku pernah mendapat lebih dari Rp 2 juta.

“Setahun bisa dapat segitu, kalau dibilang cukup ya dicukup-cukupin. Sehari-hari serabutan saja kerja, kuli bangunan juga saya lakonin yang penting bisa menghasilkan rejeki untuk dapur untuk biaya sekolah anak-anak,” lirihnya.

Baca Juga: El Ibnu Hopeless soal Royalti atas Lagunya

Syam terbiasa hidup susah. Pernikahannya dengan Yati Sarnip (48), dikaruniai 5 orang dan yang paling kecil masih kelas 3 SD.

Meski berstatus pencipta lagu, ia menjual lepas semua hasil karyanya yang menurutnya tanpa perjanjian apapun.

Satu lirik lagu dihargai Rp 25 ribu sampai Rp 100 ribu, Syam sedikit beruntung karena terdaftar di KCI karena namanya bisa dipatenkan sebagai pencipta lagu.

Baca Juga: Supremasi Hak Cipta dan Royalti Masih Jadi Persoalan Serius

Berangkat dari Seorang Pengamen

Saat merantau ke Jakarta, ia hanya seorang pengamen, tapi dari tangannya lahir lagu-lagu dangdut yang dinyanyikan pedangdut tersohor Tanah Air.

“Imam S Arifin, Inne Chintya, Inul Daratista, Asep Irama hingga Ona Sutra pernah menyanyikan lagu ciptaan saya. Ada banyak yang pernah saya ciptakan, saya bangga nama saya disebut sebagai pencipta lagu di radio dan televisi kalau dulu masih Syamsudin ditulisnya, sekarang lebih dikenal Syam Permana,” ujar Syam.

Baca Juga: NEGARA DAN IMPERIUM MAFIA: Kandasnya Indonesia Menjadi Acuan Harga Timah Dunia

Melalui pengacara asal Bogor, Syam menggantungkan harapannya. Ia berharap hak-haknya yang tersebar di YouTube bisa menghasilkan sedikit rejeki untuknya.

“Harapan saya ada hak saya yang harus diperhatikan, royalti atas karya-karya saya,” tuturnya.

Syam kini tinggal bersama istri di rumah mertuanya, mereka hidup sederhana. Demi menutup kebutuhan sehari-hari, Syam bekerja keras mulai dari kuli bangunan sampai bekerja serabutan. (ark)

Populer

Populer Minggu Ini