BerandaNewsHallo DangdutPuisi Mbeling Joko Pinurbo Berjudul Dangdut

Berita Baru

Artist

Happy Asmara

Penyanyi Dangdut

Heppy Rismanda Hendranata, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Happy Asmara adalah seorang penyanyi-penulis lagu dan aktris berkebangsaan Indonesia. Lagu bertajuk "Tak Ikhlasno" menjadi salah satu lagu karyanya yang paling populer. Namanya semakin dikenal setelah ia merilis singel bertajuk "Dalan Liyane".

Puisi Mbeling Joko Pinurbo Berjudul Dangdut

DangdutPro.com, Jakarta – Joko Pinurbo lahir di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, 11 Mei 1962, adalah salah satu penyair terkemuka Indonesia yang karya-karyanya telah menorehkan gaya dan warna tersendiri dalam dunia puisi Indonesia.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dikutip dari Wikipedia, Penyair yang bermukim di Yogyakarta ini sering diundang ke berbagai pertemuan dan festival sastra.

Baca Juga:

Karya-karyanya juga telah diterjemahkan antara lain ke dalam bahasa Inggris, Jerman, dan Mandarin. Sejumlah puisinya juga telah dimusikalilasi antara lain oleh Oppie Andaresta dan Ananda Sukarlan.

Baca Juga: Desak Konser Tatap Muka, Promotor Usul Tes GeNose untuk Penonton

Puisi-puisinya memiliki karakteristik tersendiri yang kontradiksif antara pilihan katanya yang nyeleneh. Dengan dasar pemikiran bahwa menulis puisi tidak perlu menggarap tema-tema yang serius.

Lahirlah puisi-puisi Mbeling yang terkesan sederhana, spontan, tetapi juga memang mengandung kebenaran. Salah satu karya Joko Pinurbo berjudul ‘Dangdut’ dengan pemilihan katanya yang cenderung Mbeling.

Baca Juga: Harapan Raja Dangdut Rhoma Irama di Hari Musik Nasional

Dangdut

(1)
Sesungguhnya kita ini penggemar dangdut.
Kita suka menggoyang-goyang memabuk-mabukkan kata
memburu dang dang dang dan ah susah benar mencapai dut.

Baca Juga: Sejarah Dangdut, Harmonisasi Musik khas Indonesia hingga Rock

(2)
Para pejoget dangdut sudah tumbang dan terkulai satu demi satu
kemudian tertidur di baris-baris sajakmu.
Malam sudah lunglai, pagi sebentar lagi sampai, tapi kau tahan
menyanyi dan bergoyang terus di celah-celah sajakmu.
Kau tampak sempoyongan, tapi kau bilang: “Aku tidak mabuk.”
Mungkin aku harus lebih sabar menemanimu.

(2001)
(Pacarkecilku, Indonesiatera,
Magelang, Cetakan
Pertama, Mei 2002)

(ark)

Advertisements

Populer

Populer Minggu Ini