BerandaNewsKopi DangdutRindu Joget di Konser Orkes Dangdut

Berita Baru

Artist

Happy Asmara

Penyanyi Dangdut

Heppy Rismanda Hendranata, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Happy Asmara adalah seorang penyanyi-penulis lagu dan aktris berkebangsaan Indonesia. Lagu bertajuk "Tak Ikhlasno" menjadi salah satu lagu karyanya yang paling populer. Namanya semakin dikenal setelah ia merilis singel bertajuk "Dalan Liyane".

Rindu Joget di Konser Orkes Dangdut

DangdutPro.com, Surabaya – Konser orkes dangdut merupakan pelipur hati yang sangat manjur bagi semua masyarakat yang pernah disakiti ataupun pernah menyakiti. Tidak adanya konser orkes dangdut merupakansebuah kesengsaraan bagi seniman dangdut, tukang sound, panggung, serta ugo rampe jagat perkoploan Indonesia.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Awal mula masuknya Corona di Indonesia sebenarnya merupakan titik balik dunia orkes dangdut. Lagu-lagu dangdut, baik yang koplo maupun tidak menjadi trending di sosial media dan digandrungi berbagai level masyarakat.

Mau tidak mau, kita harus mengakui jika COVID-19 sangat mematikan. Organ tubuh manusia bisa mati saat terkena serangannya, apalagi organ tunggal, pemain orkes, dan biduan.

Absennya konser dangdut ini menjadi sebuah tantangan tersendiri, utamanya bagi para penikmat dangdut. Tak adanya konser dalam beberapa bulan terakhir telah benar-benar menghantam salah satu bagian hidup.

Bagi orang yang sudah terbiasa menonton konser orkes dangdut, berjoget di depan panggung sembari menyaksikan secara langsung personel orkes memainkan alat musik dan biduan yang berjoget sembari bernyanyi sambil sesekali menggoda penontonnya adalah hal yang susah digantikan.

BACA JUGA: Tessa Morena, DJ Viral Asal Surabaya, Visi Foya, Misi Foya

Selayaknya konser-konser lainnya, konser yang akan sangat berbeda ketika didengarkan hanya melalui ponsel atau laptop. Aneka konser online maupun tayangan di Youtube tak akan bisa menggantikan konser dangdut secara langsung.

Rasanya begitu aneh tak bisa menyaksian Ratna Antika yang walau petakilan dan kakehan polah tapi vokalnya tetap mumpuni. Tak bisa menyaksikan Sodiq yang petikan gitarnya sebenarnya biasa saja namun tetap bisa membius para penonton. Tak bisa mendengarkan secara langsung suara empuk goyang aduhai Lala Widy yang goyangannya bikin nagih. Tak bisa menyaksikan personel bagian icik-icik dan simbal yang sering kali jogetnya lebih heboh ketimbang biduannya.

Rasanya aneh tak bisa berjoget sambil sesekali bersenggolan dengan orang dari kampung sebelah. Rasanya aneh tak bisa saling meminjam bara api rokok kepada orang di sebelah yang sedang asyik berjoget sembari mengapir rokok di jarinya. Rasanya aneh tak bisa mundur sejenak dari depan panggung setelah cukup lama berjoget untuk kemudian jajan cilok dan minum es teh plastikan.

BACA JUGA: Terdampak Pandemi, Pedangdut dari Lereng Merbabu jadi Petani Sayur

Atau bahkan pada titik yang paling kacau, rasanya aneh tak bisa lagi menyaksikan orang saling baku hantam di depan panggung hanya karena saling senggol untuk kemudian dilerai oleh petugas keamanan dan lagu dilanjutkan kembali setelah MC berteriak “Mau lanjut njogetnya apa lanjut tawurnyaaaa?”

“Kalau sudah tiada baru terasa bahwa kehadirannya sungguh berharga” lirik lagu Rhoma Irama yang sangat sesuai dengan kondisi hati fans orkes dangdut yang saat ini sedang setengah mati merindu berjoget di depan panggung.

Semoga pandemi ini segera berakhir dan konser dangdut koplo yang sudah sekian lama tak muncul bisa kembali menggeliat. (sre)

Populer

Populer Minggu Ini