BerandaViralSebelum Pesta Joget Bareng, Kades Tegalwangi Pidato Prokes COVID-19
spot_img

Berita Baru

Artist

Irenne Ghea Monderella

Penyanyi Dangdut

Irenne Ghea Monderella, merupakan pedangdut berparas blasteran Indonesia-Belanda. Ia memiliki keturunan Belanda dari sang kakek dan neneknya.

Sebelum Pesta Joget Bareng, Kades Tegalwangi Pidato Prokes COVID-19

DangdutPro.com, Jember – Selasa, 29 Juni 2021 beredar video lagi yang terkait dengan peristiwa pesta joget ulang tahun muda-mudi komunitas truk mini di Desa Tegalwangi, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember.

Video kali ini berdurasi 1 menit 36 detik yang memuat Kepala Desa Tegalwangi, Andi Budi Wibowo berada di atas panggung bicara soal protokol kesehatan COVID-19.

Pidato Pak Kades terjadi sebelum acara pesta ulang tahun. Kemudian berlangsung joget beramai-ramai pada hari Sabtu, tanggal 26 Juni 2021 lalu.

“Saya terangkan 5 M termasuk pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, dan sebagainya. Terus PPKM mikro itu apabila satu lingkungan ada yang terpapar COVID-19 lebih dari 5 orang, bendera merah tidak boleh kumpul-kumpul seperti ini. Ora oleh Yasinan, ora oleh Jum’atan (dilarang gelar Yasinan, dilarang sholat Jum’at,” kata Andi dalam video itu.

Usai Andi berpidato, acara berikutnya pemotongan kue tart serta tampak banyak anak muda berjoget. Di sekeliling mereka yang berpesta juga terdapat ratusan orang menonton, mulai dari orang tua hingga anak-anak.

Baca Juga: Polres Jember Bakal Panggil Kades Tegalwangi Selaku Tuan Rumah Pesta Joget

Sedikitnya, 5 video menunjukkan kondisi keramaian banyaknya orang berkerumun larut dalam pesta. Mereka berjoget dengan iringan musik yang berdentum sangat keras. Tampak diantara yang berjoget dan menonton tidak mengenakan masker.

Polres Jember sedang melakukan penyelidikan dugaan pelanggaran Prokes COVID-19 atas peristiwa kerumunan massal tersebut.

Hal ini berarti menambah panjang daftar penanganan tengara pelanggaran Prokes yang sebelumnya telah ada dua perkara naik ke tahap penyidikan dengan 6 orang tersangka, dan tiga kasus lainnya masih dalam penyelidikan.

Kasatreskrim Polres Jember, AKP Komang Arya Wiguna menegaskan pemanggilan untuk keperluan pemeriksaan bakal diterapkan kepada sejumlah yang terkait dengan kejadian di Desa Tegalwangi.

Baca Juga: Ratusan Orang Joget Bareng di Halaman Rumah Kades di Jember

“Kita dalami. Kita akan ambil keterangan para pihak termasuk yang menyelenggarakan dan yang hadir. Nanti kita sambil cari informasi, keterangan saksi-saksi, dan fakta di lapangan,” ucapnya.

Camat Umbulsari Akbar Winasis selaku pemangku wilayah juga berupaya mencari tahu berbagai indikasi dari acara pesta di rumah Andi yang dianggap menabrak ketentuan Prokes COVID-19.

Baca Juga: Lewati Perlintasan KA Tanpa Palang, Avanza Ringsek, Pengendara Luka Parah

“Sangat memprihatinkan, acara dimotori Kades. Sama sekali tidak ada pemberitahuan. Kami nanti harus tegas. Sekarang kami sedang menelusuri peristiwa ini bersama dengan Pak Kapolsek,” ucap Akbar.

Akbar menyesalkan dengan kerumunan itu, karena Kecamatan Umbulsari baru saja meningkat statusnya dari zona kuning menjadi zona oranye menyusul tambahan dua orang positif terjangkit COVID-19.

“Sudah jelas ketentuannya oleh Bupati Jember dilarang mengadakan acara yang memicu keramaian. Jangankan 50 orang, kalau 30 orang saja bisa dibubarkan. Apalagi ini ada pasien baru dua orang yang baru datang dari Surabaya,” keluh dia. (sut/kal/ark)

Advertisements

Populer

Populer Minggu Ini